Selasa, 07 Agustus 2018

Waspada! Bahaya Cacingan pada Anjing dan Kucing Kesayangan Anda


Disusun Oleh Afna Hanunnida
Mahasiswa PKL Universitas Brawijaya
2018

Apakah anda memiliki anjing atau kucing? Apakah hewan kesayangan anda tersebut sudah diberikan obat cacing? Apkah anda tahu bahaya dari penyakit cacingan ini untuk hewan kesayangan anda?
Cacingan (Helminthiasis) merupakan penyakit yang umum terjadi pada hewan kesayangan kita seperti anjing dan kucing. Cacingan pada anjing dan kucing berbeda dengan cacingan pada manusia karena cacing penyebab pada hewan lebih banyak macamnya dibandingkan pada manusia. Berikut merupakan macam cacing yang dapat menyerang anjing dan kucing:


ANJING
KUCING
1.
Toxocara canis
Toxocara cati
2.
Toxascaris leonina
Toxascaris leonina
3.
Ancylostoma caninum
Ancylostoma tubaeforme
4.
Uncinaria stenocephala
Dipylidium caninum
5.
Trichuris vulpis
Taenia spp.
6.
Dipylidium caninum
Echinococcus multilocularis
7.
Taenia sp.

8.
Echinococcus multilocularis

9.
Echinococcus granulosus

10.
Giardia spp.




Taenia spp.


Toxocara cati

            Sayangnya, masih banyak pemilik anjing dan kucing yang kurang atau belum paham terhadap penyakit kecacingan ini. Kenyataannya, penyakit ini dapat mengancam kesehatan hewan kesayangan mereka. Cacing-cacing ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menyerap nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga menyebabkan  anjing dan kucing kekurangan nutrisi, mengurus dan lemah. Pada beberapa kasus, cacing-cacing ini dapat melukai usus,menyebabkan anemia pada anjing dan kucing bahkan dapat menyebabkan kematian apabila sudah terinfeksi parah.
            Ciri-ciri anjing dan kucing yang terserang penyakit cacingan ini diantaranya yaitu, tubuh mengurus tetapi perut membuncit, bulu berdiri namun bukan karena ketakutan, menurunnya nafsu makan, lesu, diare, adanya cacing pada kotoran serta mengalami muntah cacing.
Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah, penyakit kecacingan ini dapat menular ke manusia apabila setelah pemilik memegang anjing atau kucing milik mereka tetapi tidak langsung mencuci tangan. Telur-telur cacing tersebut tidak sengaja termakan dan hidup di dalam tubuh pemilik. Cacing tersebut apabila sudah dewasa dapat bermigrasi dan menginfeksi kulit, mata bahkan paru-paru sehingga menyebabkan berbagai masalah pernapasan.
            Cacing-cacing ini dapat menyerang anjing dan kucing melalui beberapa cara yaitu, melalui induk yang terinfeksi cacing tetapi sedang menyusui sehingga anak-anaknya ikut terinfeksi, anjing atau kucing yang memakan daging mentah, anjing atau kucing yang memakan atau memainkan tikus, melalui kutu loncat (pinjal) dan dari lingkungan yang tercemar telur-telur cacing.


Pinjal (Stenocephalides felis)

            Oleh sebab itu penanganan dan pencegahan paling utama untuk penyakit ini adalah memberikan obat cacing khusus untuk anjing dan kucing. Untuk kucing dan anjing yang baru diberikan obat cacing dapat diulangi setelah 10 hari. Kemudian diulang setiap 3 bulan sekali apabila anjing atau kucing selalu berada di rumah. Apabila anjing atau kucing dilepaskan atau dibebaskan keluar rumah maka sangat disarankan untuk memberikan pengulangan obat cacing secara rutin yaitu setiap 1-2 bulan sekali.
  
Selain memberikan obat cacing, hal-hal yang peru dilakukan untuk mencegah infeksi cacing ke hewan kesayangan kita diantarannya yaitu:  

  1.  Menjaga kebersihan pemilik dengan cara memotong kuku, mencuci tangan setelah memegang, memberi makan, membersihkan kotoran serta kandang. 
  2. Mengurangi resiko dengan memberikan pakan yang matang atau pakan khusus anjing atau kucing.
  3.  Memeriksa adanya pinjal (kutu loncat) pada anjing dan kucing. Pinjal ini dapat ditangani dengan obat anti pinjal, grooming dan membersihkan selalu lingkungan sekitar.
  4. Grooming anjing dan kucing secara teratur untuk mengurangi resiko pencemaran telur cacing dan pinjal melalui bulu. 
  5. Lingkungansekitar harus diperhatikan yaitu dengan cara membersihkan kotoran anjing dan kucing secara teratur untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh stadium infektif cacing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar