Definisi
Chylothorax pada kucing merupakan kondisi yang relatif jarang terjadi namun memiliki dampak klinis yang signifikan, ditandai dengan penumpukan cairan chyle di dalam rongga pleura. Chyle adalah cairan limfatik berwarna putih susu yang kaya akan trigliserida, limfosit, dan lemak hasil penyerapan dari saluran pencernaan. Dalam kondisi normal, cairan ini dialirkan melalui ductus thoracicus dan bermuara ke sistem vena. Apabila saluran ini mengalami kebocoran, sumbatan, atau gangguan fungsi, chyle dapat masuk dan menumpuk di rongga dada, sehingga menekan paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan
Etiologi
Penyebab chylothorax pada kucing beragam dan dapat dibagi menjadi penyebab yang teridentifikasi dan idiopatik. Penyebab yang diketahui meliputi trauma dada, massa mediastinum seperti limfoma, penyakit jantung—terutama kardiomiopati—kelainan bawaan sistem limfatik, serta kondisi yang meningkatkan tekanan vena sentral. Namun, pada banyak kasus kucing, penyebab pasti tidak dapat ditemukan meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, sehingga diklasifikasikan sebagai idiopatik
Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan penyakit sistemik yang serius pada kucing, disebabkan oleh mutasi dari feline coronavirus yang memicu respons imun abnormal dan peradangan luas di berbagai organ. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi, meskipun tidak selalu umum, adalah chylothorax, yaitu penumpukan cairan limfa berlemak (chyle) di dalam rongga dada atau ruang pleura. Hubungan antara FIP dan chylothorax terutama berkaitan dengan proses peradangan kronis dan gangguan aliran sistem limfatik di dalam rongga toraks
Pada FIP, terjadi peradangan pembuluh darah (vasculitis) dan pembentukan granuloma di berbagai jaringan tubuh. Reaksi imun yang berlebihan terhadap virus menyebabkan kerusakan jaringan, peningkatan permeabilitas pembuluh, serta infiltrasi sel inflamasi yang luas. Bila proses ini melibatkan area mediastinum, kelenjar limfa toraks, atau jalur duktus torasikus (saluran utama yang membawa chyle dari abdomen ke sirkulasi darah), maka aliran limfa dapat terganggu. Hambatan atau kerusakan pada sistem limfatik inilah yang dapat menyebabkan kebocoran chyle ke dalam rongga pleura, sehingga terbentuk chylothorax.
Selain obstruksi mekanis akibat granuloma atau pembesaran kelenjar limfa, peradangan kronis pada pleura juga berperan penting. Inflamasi yang berlangsung lama dapat mengubah tekanan dan fungsi normal pembuluh limfatik, mengurangi kemampuan drainase, serta meningkatkan kemungkinan kebocoran cairan limfa. Dalam kondisi tertentu, duktus torasikus dapat mengalami kompresi, ruptur mikroskopis, atau disfungsi akibat proses inflamasi yang berkelanjutan. Semua mekanisme ini berkontribusi terhadap akumulasi chyle di rongga dada
Secara klinis, kombinasi FIP dan chylothorax dapat memperburuk kondisi pasien secara signifikan. Chylothorax menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru, sehingga ekspansi paru menjadi terbatas dan kucing mengalami kesulitan bernapas. Sementara itu, FIP sendiri merupakan penyakit sistemik yang menyebabkan peradangan luas, penurunan kondisi tubuh, anemia, dan gangguan fungsi organ. Kehadiran kedua kondisi secara bersamaan meningkatkan beban inflamasi tubuh dan mempercepat penurunan kondisi klinis
Gejala Klinis
Gejala klinis chylothorax terutama berkaitan dengan efek mekanis cairan pleura terhadap fungsi pernapasan. Kucing yang terkena umumnya menunjukkan sesak napas (dyspnea), peningkatan frekuensi napas (tachypnea), serta usaha napas yang meningkat, sering kali disertai pernapasan abdominal. Gejala lain yang dapat muncul meliputi lethargi, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, dan intoleransi aktivitas. Pada pemeriksaan fisik, suara jantung dan paru dapat terdengar melemah akibat adanya cairan di rongga dada. Pada kasus kronis, peradangan pleura yang berlangsung lama dapat menyebabkan fibrosing pleuritis, yaitu kondisi yang membatasi kemampuan paru untuk mengembang dan memperburuk prognosis.
Diagnosa Lanjutan
Diagnosis chylothorax ditegakkan melalui kombinasi pemeriksaan pencitraan dan analisis cairan pleura. Radiografi thoraks atau ultrasonografi biasanya menunjukkan adanya efusi pleura. Diagnosis definitif diperoleh melalui thoracocentesis dan pemeriksaan biokimia cairan pleura. Cairan chylous umumnya tampak keruh atau putih susu dan memiliki konsentrasi trigliserida yang lebih tinggi dibandingkan serum. Pemeriksaan tambahan seperti ekokardiografi atau CT scan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit jantung, massa, atau kelainan struktural yang mendasari.
Penangangan
Penatalaksanaan chylothorax bertujuan untuk mengurangi gangguan pernapasan, mengatasi penyebab yang mendasari jika diketahui, serta mencegah komplikasi jangka panjang.
Penanganan awal biasanya melibatkan thoracocentesis untuk mengeluarkan cairan dan memperbaiki fungsi pernapasan. Jika cairan cepat terakumulasi kembali, pemasangan chest tube mungkin diperlukan untuk drainase berkelanjutan. Terapi medis dapat mencakup pembatasan lemak dalam diet dan pemberian rutin (rutoside), senyawa benzopiron yang diduga meningkatkan aktivitas makrofag dan membantu reabsorpsi chyle, meskipun efektivitasnya bervariasi
Apabila terapi konservatif tidak berhasil atau kondisi menjadi kronis, tindakan bedah dapat dipertimbangkan. Prosedur yang paling umum dilakukan adalah ligasi ductus thoracicus, sering dikombinasikan dengan perikardiektomi parsial untuk menurunkan tekanan vena dan memperbaiki aliran limfatik. Pada beberapa kasus, ablasi cisterna chyli juga dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi. Secara umum, terapi bedah memberikan prognosis yang lebih baik pada kasus chylothorax persisten atau idiopatik dibandingkan terapi medis jangka panjang saja.
Prognosis
Prognosis chylothorax pada kucing sangat bergantung pada penyebab, durasi penyakit, serta respons terhadap terapi. Intervensi dini meningkatkan peluang keberhasilan, sedangkan kasus kronis yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pleuritis restriktif, malnutrisi, dan imunosupresi akibat kehilangan limfosit. Dengan penanganan yang tepat, banyak kucing dapat mengalami perbaikan klinis yang signifikan, meskipun kekambuhan tetap dapat terjadi